This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default Download slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Angry Birds Read more: http://riefsaz.blogspot.com/2012/12/kumpulan-kursor-keren-untuk-blog.html#ixzz2miFkecA1

widgets

Jumat, 06 Desember 2013

Download Materi Powerpoint tentang Pembelahan Sel


Pembelahan mitosis
merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 2 buah sel anak yang identik, yaitu sel-sel anak yang memiliki jumlah kromosom sebanyak yang dimiliki oleh sel induknya.

Pembelahan meiosis
merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari yang dimiliki induknya.

Nah... sekarang ane ngasih link donwload materi powerpoint tentang Pembelahan sel baik mitosis dan meiosis... Langsung aja gan...




  • Pembelahan Sel - Mitosis
  • PembelahanSel : Meiosis
  • Pembelahanlahan Sel - Hubungan pembelahan sel dengan pewarisan sifat
  • Pembelahan Sel 
  • Pembelahan Sel - 2 
  • Pembelahan Sel - 3 
  • Kuliah Pembelahan Sel
  • Share this article :

    Related Posts

    • Download Biology Solomon edisi 9Biologi Solomon? yah temannya campbell dan raven... mereka kan satu grup... :Dberisi seluruh pelajaran biologi dai a-z...seperti campbell dan raven.Deskripsi bukunya, agan2 bisa baca di baw ... [readmore]
    • Download Soal Unas SMA 2013yosh, unas sma bentar lagi... belajar dulu yok! silahkan download Latihan UNAS SMA 2013 :DPrediksi Soal UN Sma Pelj. Bahasa IndonesiaPrediksi Soal UN Sma Pelj. Matematika IPAPrediksi Soal UN Sma ... [readmore]
    • Download ebook Biologi SMA Kelas X (BSE)Disini ane akan berikan download buku BSE SMA Kelas X, tanpa harus login dulu ke web-nya bse...ada 10 Buku gan (semoga agan2 puas...)BSE-Biologi Kelas 10-Penulis : Ari Sulistyorini(PDF) - downlo ... [readmore]
    • Download Schaum's Series BiologyMolecular and Cell BiologyDownload di SINIschaum's outline of biology - fried, george h.Download Di SINIBuat Pengguna torrent, ni ada schaums series yg lengkap...Schaums Outlinebuat yg versi bahasa ... [readmore]
    • Download ebook Biologi SMA Kelas XII (BSE)Sekarang ane nampilin link ebook biologi bse SMA XII, semoga bermanfaat :DBSE-Biologi Kelas 12-Penulis : Idun Kistinnah(PDF) - download BSE-Biologi Kelas 12-Penulis : Subardi(PDF) - download&nbs ... [readmore]
    • Download Soal Olimpiade (OSN) Biologi SMAOlimpiade Sains Nasional merupakan ajang tertinggi siswa/i SD sampai dengan SMA yang diselenggarakan oleh pemerintah. OSN diadakan setiap tahun untuk menjaring siswa-siswi cerdas dan memiliki kemam ... [readmore]
    • Download ebook Biology Glenceoe 2008Kalo yang kemaren ane ngasih ebook biologi glencoe 2004... sekarang ane ngasih ebook glencoe terbaru... yaitu yg tahun 2008... fitur pada web:Microscopy LinksPeriodic Table LinksScience Fair IdeasVi ... [readmore]
    • Download Soal-soal UN Biologi SMAUnas SMA Sudah semaikin dekat... Bila tidak segara belajar... agan2 bisa2 gk lulus...Pada posting kali ini ane akan nyediain lin soal-soal UN SMA... LENGKAP GAN!!! Dari tahun 1986-2010SEMOGA agan2 se ... [readmore]
    • Download Ebook Biologi Human Evolution - An Illustrated Introduction, 5th Edition - Roger LewinLagi, buku tentang evolusi... Evolusi manusia...  gak habis-habisnya mbicarain antara monyet dan kamu... XDmasih tentang antropologi, eh ada yg tau antropologi... antropologi adalah...  Ant ... [readmore]
    • Download Materi Powerpoint Sintesis ProteinEkspresi gen merupakan proses di mana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Selama ekspresi gen, informasi genetik ditransfer secara akur

    Download Materi Dan Buku Kimia Komputasi

    Materi Kimia Komputasi

    Praktikum Kimia Komputasi I

    Praktikum Kimia Komputasi II

    Materi Kimia Komputasi I POWERPOIN KIMIA KOMPUTASI I: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    Materi Kimia Komputasi I POWERPOIN KIMIA KOMPUTASI 2: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    Materi Kimia Komputasi I POWERPOIN KIMIA KOMPUTASI 3: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    Materi Kimia Komputasi I POWERPOIN KIMIA KOMPUTASI 4: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    Materi Kimia Komputasi I POWERPOIN KIMIA KOMPUTASI 5: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    MATERI WORD KIMIA KOMPUTASI: oleh: Prof Harno Pranowo

    Materi Kimia Komputasi II: Oleh: Prof Harno D Pranowo

    Kumpulan Jurnal Kimia Komputasi

    PowerPoint Computer Modeling

    PowerPoint Metode QMMM 1

    PowerPoint Metode QMMM 2
    PowerPoint Metode QMMM 3

    Terjemahan Metode QMMM Hyperchem

    Interaction of cysteine with Cu2+

    Download Buku Kimia Komputasi Gratis

    Introduction to Computational Chemistry

    Frank Jensen, Second Edition

    Computational Chemistry Jerzy Leszczynski, Volume 6

    Computational Chemistry Jerzy Leszczynski, Volume 9

    Computatioanal Chemistry Theories and Models Christopher J Cramer, Second Edition

    Computatioanal Chemistry Theories and Models Christopher J Cramer, Second Edition NEW

    Computational Chemistry Introduction to the Theory and Applications of Molecular and Quantum Mechanics, Errol Lewars

    Computational Chemistry and Molecular Modeling K.l.Ramachandran, G.Deepa, K.Namboori

    Computational Chemistry, David C, Young

    Molecular Modelling Principles and Applications Andrew R.Leach, Second Edition

    Modelling Molecular Structures, Alan Hinchliffe, Second Edition

    Practical Aspects Of Computational Chemistry Jerzy Leszczynski. Manoj K. Shukla

    High Performance Computing in Chemistry (NIC),Johannes Grotendorst

    Computational Chemistry David C Young

    A Guide to Molecular Mechanics and Quantum Chemical Calculations Warren J.Hehre

    Ab Initio Molecular Dynamics Dixminik Marx and Jung Hutter

    Adsorption and Diffusion in Zeolites A Computational Study Thijs Joseph Henk Vlugt

    Kamis, 05 Desember 2013

    entalpi kelas X1

    Entalpi Pembentukan, Penguraian dan Pembakaran

    Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 13-06-2009
    Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. Oleh karena itu, perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia.
    Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar. Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang  Δ H0 atau ΔH298. Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja.
    Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar, seperti entalpi pembentukan, entalpi penguraian, dan entalpi pembakaran.

    Kata Pencarian Artikel ini:

    Termokimia kelas Xl

    Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna

    Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 16-06-2009
    Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air.  Misalnya:
    a. Pembakaran sempurna isooktana:
    C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ
    b. Pembakaran tak sempurna isooktana:
    C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH  = -2924,4 kJ
    Dampak Pembakaran tak Sempurna
    Sebagaimana terlihat pada contoh di atas, pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Jadi, pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO), yang bersifat racun. Oleh karena itu, pembakaran tak sempurna akan mencemari udara.

    Kalor Pembakaran

    Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 15-06-2009
    Reaksi kimia yang umum digunakan untuk menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu suatu reaksi cepat antara bahan bakar denga oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Bahan bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan atau hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun.
    Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang hanya terdiri atas karbon dan hidrogen. Gas alam terdiri atas alkana suku rendah terutama metana dan sedikit etana, propana, dan butana. Seluruh senyawa itu merupakan gas yang tidak berbau. Oleh karena itu, kedalam gas alam ditambahkan suatu zat yang berbau tidak sedap, yaitu merkaptan, sehingga dapat diketahui jika ada kebocoran. Gas alam dari beberapa sumber mengandung H2S, suatu kontaminan yang harus disingkirkan sebelum gas digunakan sebagai bahan bakar karena dapat mencemari udara. Beberapa sumur gas juga mengandung helium.
    Minyak bumi adalah cairan yang mengandung ratusan macam senyawa, terutama alkana, dari metana hingga yang memiliki atom karbon mencapai lima puluhan. Dari minyak bumi diperoleh bahan bakar LPG (Liquified Petroleum gas), bensin, minyak tanah, kerosin, solar dan lain-lain. Pemisahan komponen minyak bumi itu dillakukan dengan destilasi bertingkat. Adapun batu bara adalah bahan bakar padat, yang terutama, terdiri atas hidrokarbon suku tinggi. Batu bara dan minyak bumi juga mengandung senyawa dari oksigen, nitrogen, dan belerang.
    Bahan bakar fosil, terutama minyak bumi,  telah digunakan dengan laju yang jauh lebih cepat dari pada proses pembentukannya. Oleh karena itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan segera habis. Untuk menghemat penggunaan minyak bumi dan untuk mempersiapkan bahan bakar pengganti, telah dikembangkan berbagai bahan bakar lain, misalnya gas sintesis (sin-gas) dan hidrogen. Gas sintetis diperoleh dari gasifikasi batubara. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang paling melimpah, yaitu sekitar 90 % dari cadangan bahan bakar fosil. Akan tetapi penggunaan bahan bakar batubara menimbulkan berbagai masalah, misalnya dapat menimbulkan polusi udara yang lebih hebat daripada bahan bakar apapun. Karena bentuknya yang padat terdapat keterbatasan penggunaannya. Oleh karena itu, para ahli berupaya mengubahnya menjadi gas sehingga pernggunaannya lebih luwes dan lebih bersih.
    Gasifikasi batubara dilakukan dengan mereaksikan batubara panas dengan uap air panas. Hasil proses itu berupa campuran gas CO,H2 dan CH4.
    Sedangkan bahan sintetis lain yang juga banyak dipertimbangkan adalah hidrogen. Hidrogen cair bersama-sama dengan oksigen cair telah digunakan pada pesawat ulang-alik sebagai bahan bakar roket pendorongnya. Pembakaran hidrogen sama sekali tidak memberi dampak negatif pada lingkungan karena hasil pembakarannya adalah air. Hidrogen dibuat dari air melalui reaksi  endoterm berikut:
    H2O (l) —> 2 H2 (g) + O2 (g) ΔH = 572 kJ
    Apabila energi yang digunakan untuk menguraikan air tersebut berasal dari bahan bakar fosil, maka hidrogen bukanlah bahan bakar yang konversial. Tetapi saat ini sedang dikembangkan penggunaan energi nuklir atau energi surya. Jika proyek itu berhasil, maka dunia tidak perlu khawatir akan kekurangan energi. Matahari sesungguhnya adalah sumber  energi terbesar di bumi, tetapi tekonologi penggunaan energi surya belumlah komersial. Salah satu kemungkinan penggunaan energi surya adalah menggunakan tanaman yang dapat tumbuh cepat. Energinya kemudian diperoleh dengan membakar tumbuhan itu. Dewasa ini, penggunaan energi surya yang cukup komersial adalah untuk pemanas air rumah tangga (solar water heater). Nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar diberikan pada tabel 4  berikut.
    Tabel 4. Komposisi dan nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar

    Entalpi Pembakaran

    Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 14-06-2009
    Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran. Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon, hidrogen, belerang, dan berbagai senyawa dari unsur tersebut. Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2, hidrogen (H)  terbakar menjadi H2O, belerang (S) terbakar menjadi SO2.
    Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K, 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of  combustion), yang dinyatakan dengan ΔHc0 . Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 .
    Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K, 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut.
    Tabel 3 . Entalpi Pembakaran  dari berbagai zat pada 298 K, 1 atm
    gb18
    Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana, C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol-1 dan massa jenis isooktan = 0,7 kg L -1 (H = 1; C =12).
    Jawab:
    Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol-1 . Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0,7 kg L-1 = 0,7 kg = 700 gram . Mol isooktana = 700 gram/114 gram  mol-1 = 6,14 mol.  Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6,14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524,4 kJ.

    Entalpi Penguraian

    Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. Oleh karena itu, sesuai dengan azas kekekalan energi, nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya, tetapi tandanya berlawanan.
    Contoh:
    Diketahui ΔHf 0 H2O (l) = -286  kJ mol -1, maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol-1
    H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ
    gb19

    Kinematika partikel Kelas X1

    Kinematika

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Dalam fisika, kinematika adalah cabang dari mekanika klasik yang membahas gerak benda dan sistem benda tanpa mempersoalkan gaya penyebab gerakan.[1][2][3] Kata kinematika dicetuskan oleh fisikawan Perancis A.M. Ampère cinématique[4] yang ia ambil dari Yunani Kuno κίνημα, kinema (gerak), diturunkan dari κινεῖν, kinein.[5] [6] Hal terakhir ini berbeda dari dinamika atau sering disebut dengan Kinetika, yang mempersoalkan gaya yang memengaruhi gerakan.
    Studi mengenai kinematika biasa disebut juga sebagai geometri gerak.[7]

    Kinematika dari benda bergerak


    Besaran kinematika untuk partikel klasik: massa m, posisi r, kecepatan v, percepatan a.
    Kinematika partikel adalah studi yang mempelajari karakteristik gerak suatu partikel. Posisi suatu partikel didefinisikan sebagai vektor koordinat dari awal titik acuan ke partikel. Sebagai contoh, anggaplah ada sebuah menara setinggi 50 meter di sebelah selatan rumah anda, dimana titik acuannya adalah rumah anda, dengan timur sebagai sumbu-x dan utara sebagai sumbu-y, maka koordinat vektor menara tersebut adalah r=(0, -50, 0). Vektor koordinat di puncak menara adalah r=(0, -50, 50).
    Dalam bentuk 3 dimensi, posisi titik P dapat dituliskan sebagai
    \mathbf{P} = (x_P,y_P,z_P) = x_P\vec{i} + y_P\vec{j} + z_P\vec{k},
    dengan xP, yP, dan zP adalah koordinat Kartesian dan i, j dan k adalah unit vektor yang mengikuti sumbu x, y, dan z. Besar dari vektor posisi |P| adalah jarak antara titik P dengan titik acuan, dapat dituliskan sebagai:
    |\mathbf{P}| = \sqrt{x_P^{\ 2} + y_P^{\ 2} + z_P^{\ 2}}.
    Trajektori dari sebuah partikel adalah fungsi vektor terhadap waktu, P(t), yang mendefinisikan kurva yang dibentuk dari partikel yang bergerak, yang akan memberikan persamaan
     \mathbf{P}(t) = x_P(t)\vec{i} + y_P(t)\vec{j} +z_P(t) \vec{k},
    dengan koordinatxP, yP, dan zP masing-masing adalah fungsi waktu.

    Kecepatan dan kelajuan

    Kecepatan sebuah partikel adalah vektor yang menunjukkan arah dan besar dari perubahan posisi vektor, bagaimana posisi sebuah benda berpindah tiap waktu. Anggap rasio perbedaan 2 posisi partikel dibagi dalam interval waktu sama, maka kecepatan rata-rata pada interval tersebut adalah
     \overline{\mathbf{V}} = \frac {\Delta \mathbf{P}}{\Delta t} \ ,
    dengan ΔP adalah perubahan posisi vektor per selang waktu Δt.
    Ketika limit ketika interval waktu Δt menjadi semakin kecil, maka kecepatan rata-rata menjadi turunan waktu dari posisi vektor:
     \mathbf{V} = \lim_{\Delta t\rightarrow0}\frac{\Delta\mathbf{P}}{\Delta t} = \frac {d \mathbf{P}}{d t}=\dot{\mathbf{P}} = \dot{x}_p\vec{i}+\dot{y}_P\vec{j}+\dot{z}_P\vec{k}.
    Maka, kecepatan adalah besarnya perubahan posisi per satuan waktu.
    Kelajuan dari suatu objek adalah besar |V| dari suatu kecepatan. Kelajuan merupakan besaran skalar:
     |\mathbf{V}| = |\dot{\mathbf{P}} | =  \frac {d s}{d t},
    dengan s adalah panjang jalur lintasan total yang ditempuh partikel. Kelajuan adalah besaran yang selalu bernilai positif.

    Gerak Relatif

    Dapat ditunjukkan dengan persamaan matematika vektor sederhana berikut yang memperlihatkan suatu penjumlahan vektor : gerak A relatif terhadap O sama dengan gerak relatif B terhadap O ditambah dengan gerak relatif A terhadap B :
    r_{A/O} = r_{B/O} + r_{A/B} \,\!

    Gerakan Koordinat

    Salah satu persamaan dasar dalam kinematika adalah persamaan yang menggambarkan tentang turunan dari sebuah vektor yang berada dalam suatu sumbu koordinat bergerak. Yaitu : turunan terhadap waktu dari sebuah vektor relatif terhadap suatu koordinat diam, sama dengan turunan terhadap waktu vektor tersebut relatif terhadap koordinat bergerak ditambah dengan hasil perkalian silang dari kecepatan sudut koordinat bergerak dengan vektor itu. Dalam bentuk persamaan :
    \left.\frac{dr(t)}{dt}\right|_{X,Y,Z} = \left.\frac{dr(t)}{dt}\right|_{x,y,z} + \omega \times r(t)
    dimana :
    r(t) adalah sebuah vektor
    X, Y, Z adalah sebuah sumbu koordinat tetap / tak bergerak
    x, y, z adalah sebuah sumbu koordinat berputar
    \omega adalah kecepatan sudut perputaran koordinat

    Sistem Koordinat

    Sistem Koordinat Diam

    Pada sistem koordinat ini, sebuah vektor digambarkan sebagai suatu penjumlahan dari vektor-vektor yang searah dengan sumbu X, Y, atau Z. Umumnya \vec i \, \! adalah sebuah vektor satuan pada arah X, \vec j \, \! adalah sebuah vektor satuan pada arah Y, dan \vec k \, \! adalah sebuah vektor satuan pada arah Z.
    Vektor posisi \vec s \, \! (atau \vec r \, \!), vektor kecepatan \vec v \, \! dan vektor percepatan \vec a \, \!, dalam sistem koordinat Cartesian digambarkan sebagai berikut :
    \vec s = x \vec i + y \vec j + z \vec k \, \!
    \vec v = \dot {s} = \dot {x} \vec {i} + \dot {y} \vec {j} + \dot {z} \vec {k} \, \!
     \vec a = \ddot {s} = \ddot {x} \vec {i} + \ddot {y} \vec {j} + \ddot {z} \vec {k} \, \!
    catatan :  \dot {x} = \frac{dx}{dt} ,  \ddot {x} = \frac{d^2x}{dt^2}

    Sistem Koordinat Bergerak 2 Dimensi

    Sistem koordinat ini hanya menggambarkan gerak bidang yang berbasis pada 3 vektor satuan orthogonal yaitu vektor satuan \vec i \!, dan vektor satuan \vec j \! sebagai sebuah bidang dimana suatu obyek benda berputar terletak/berada, dan \vec k \! sebagai sumbu putarnya.
    Berbeda dengan sistem koordinat Cartesian di atas, dimana segala sesuatunya diukur relatif terhadap datum yang tetap dan diam tak berputar, datum dari koordinat-koordinat ini dapat berputar dan berpindah - mengikuti gerakan dari benda atau partikel pada suatu benda yang diamati. Hubungan antara koordinat diam dan koordinat berputar dan bergerak ini dapat dilihat lebih rinci pada Transformasi Orthogonal.